
BANDUNG, SMAN9BDG.SCH.ID – Kemeriahan dan kekhidmatan menyelimuti penutupan kegiatan Pesantren Ekologi SMAN 9 Bandung yang resmi berakhir pada hari ini. Program yang memadukan pendalaman spiritual dengan edukasi pelestarian lingkungan ini sukses membekali para siswa dengan karakter Green Muslim yang peduli terhadap sesama dan semesta.
Menanam Kebaikan, Menuai Keberkahan
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tidak hanya mengikuti kajian kitab dan tadarus Al-Qur’an, tetapi juga terjun langsung dalam berbagai aksi lingkungan. Mulai dari pengelolaan sampah organik (kompos), pembuatan eco-enzyme, hingga penanaman bibit pohon di area sekolah.
“Pesantren Ekologi ini bukan sekadar rutinitas Ramadan atau kegiatan tahunan biasa. Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga bumi adalah bagian dari iman,” ujar Kepala SMAN 9 Bandung dalam sambutannya.
Momen Kebersamaan di Penutupan
Acara penutupan diisi dengan berbagai agenda menarik, di antaranya:
-
Refleksi Spiritual: Pesan menyentuh tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
-
Pemberian Penghargaan: Apresiasi bagi kelompok siswa dengan proyek ekologi paling inovatif dan siswa teraktif.
-
Doa Bersama: Menutup rangkaian kegiatan dengan harapan ilmu yang didapat menjadi berkah dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Harapan Pasca Kegiatan
Dengan berakhirnya Pesantren Ekologi ini, diharapkan seluruh warga SMAN 9 Bandung dapat terus konsisten menerapkan gaya hidup minim sampah (zero waste) dan menjaga ekosistem sekolah tetap asri. Semangat “Ekologi” tidak berhenti di sini, melainkan menjadi gaya hidup baru di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing.
“Agama mengajarkan kita kebersihan, dan ekologi mengajarkan kita cara menjaganya secara berkelanjutan.”
Penulis: Tim Humas SMAN 9 Bandung




