MENU

Aksi membasmi vampir di SMAN 9 Bandung

Awas vampir!. Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap sekali mendengar istilah vampir. Apakah sebenarnya vampir itu? Vampir merupakan tokoh dalam mitologi dan legenda yang hidup dengan memakan intisari kehidupan (biasanya dalam bentuk darah) dari makhluk hidup lain (wikipedia). Ternyata sosok vampir juga muncul dalam tegangan listrik alat elektronik yang kita gunakan sehari-hari. Sebut sajalah sebagai vampir energi. Mengapa demikian? Karena sifatnya yang menghisap energi sekalipun alat elektronik yang kita gunakan dalam keadaan mati tetap saja akan menghisap energi jika dibiarkan tetap terpasang. Kebiasaan lupa mencabut kabel alat elektronik yang masih terpasang walaupun sudah tidak digunakan merupakan suatu prilaku yang harus dirubah.

Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin meningkat berakibat pada meningkatnya pengguna energi. Hal ini diikuti dengan munculnya beberapa masalah baru yaitu terkait dengan ketersediaan cadangan energi dan perilaku konsumtif dalam menggunakan energi. Tingkat kesadaran manusia dalam menghemat energi masih rendah, banyak alat-alat elektronik yang tidak efisien dan tidak tepat penggunaannya. Suatu konservasi energi sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi di sisi suplai dan pemanfaatan di sektor sekolah maupun rumah tangga. Disamping itu, pengetahuan dan pemahaman terhadap pentingnya dan manfaat konservasi energi masih terbatas.

Ada beberapa langkah/upaya penghematan energi salah satunya upaya yang diterapkan di SMAN 9 Bandung. Beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu: (1) menggunakan lampu hemat energi seperti lampu LED; (2) matikan lampu pada siang hari; (3) mencabut alat-alat elektronik jika tidak digunakan, karena pada saat peralatan elektronik terpasang vampir energi beraksi tetap mengkonsumsi energi; (4) mengatur suhu AC pada suhu 24 sampai 28; (5) pastikan pintu kulkas tertutup rapat.

Suatu aksi hemat energi untuk membasmi vampir energi yang bertujuan menuju energi yang berkeadilan, sehingga energi itu bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Dalam mengubah kebiasaan prilaku konsumsi energi menjadi tanggungjawab kita semua, baik sebagai pendidik maupun sebagai peserta didik yang menggunakan energi pada setiap aktivitasnya. Pendidik memegang peranan penting untuk membentuk peserta didik sebagai generasi hemat energi di masa yang akan datang.

Sesuai himbuan Direktorat Jendral Konservasi Energi dan Direktorat Jendral Energi Baru dan Terbarukan Kementrian ESDM dengan diselenggarakan lomba hemat energi sekolah tahun 2017. Dalam rangka berkompetisi mengikuti lomba tersebut, SMAN 9 Bandung menjadi salahsatu peserta lomba hemat energi. Pembelajaran hemat energi ini perlu diterapkan di sekolah sebagai upaya mewujudkan energi berkeadilan bagi daerah lain yang belum mendapatkan listrik. Selain itu, manfaat lain penghematan energi yang dilakukan dapat menurunnya tagihan listrik bulanan sehingga meringankan beban biaya listrik sekolah.

Sudah saatnya slogan sekolah hemat energi diterapkan untuk menciptakan lingkungan sekolah hemat energi. Sekolah menunjuk seorang manager energi sebagai perwakilan dari pendidik yang mengatur semua program penghematan energi. Serta menunjuk sebagai perwakilan siswa yang menjadi pahlawan energi. Siswa terpilih sebagai pahlawan nantinya diharapkan dapat menularkan prilaku menghemat energi kepada teman-teman di sekolahnya maupun di lingkungan rumahnya. Dalam menciptakan suatu tim manajemen energi sekolah ini bertujuan untuk merumuskan suatu kebijakan hemat energi, mengelola sistem tata cahaya, mengelola sistem tata udara serta membuat suatu kegiatan-kegiatan penghematan energi.

Upaya hemat energi bukan hanya diterapkan di SMAN 9 bandung, tetapi juga melakukan kampanye penghematan energi kepada masyarakat. Harapan ke depannya bukan hanya berkompetisi dalam lomba hemat energi, kegiatan penghematan energi ini menjadikan suatu kebiasaan warga SMAN 9 Bandung, masyarakat, dan menjadi upaya yang berkesinambungan. Semoga kegiatan ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain untuk menciptakan lingkungan sekolah hemat energi.  

 

 

Penulis,

Rizki Safari Rakhmat

Guru Matematika SMA Negeri 9 Bandung

Sman9bdg Hematenergi

KOMENTAR