MENU

Mendengar Isi Hati di Buku Antologi Puisi "99 Puisi untuk Sembilan"

BANDUNG, DISDIK JABAR - Kujalani hari-hari dengan penuh ceria Bersama kawan-kawan seperjuanganku Kukejar arti kehidupan Petikan puisi tersebut adalah karya siswa SMAN 9 Bandung, Erlina Dwi Santika yang tertuang pada buku antologi puisi berjudul "99 Puisi untuk Sembilan" yang baru saja diluncurkan Senin (9/9/2019) ini di SMAN 9 Bandung, Jln. L.M.U. Suparman No. 1A, Kota Bandung. Peluncuran buku ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika. Melalui bait tersebut, siswa kelas XII IPA 1 itu seolah menggambarkan tujuan yang ingin ia gapai di sekolah. Namun sesuai judulnya, bukan hanya Erlina yang menumpahkan perasaannya melalui kata-kata. Total, ada 99 puisi yang terhimpun dalam buku bersampul hijau tersebut. Buku ini merupakan karya guru dan siswa SMAN 9 Bandung dengan empat bahasa berbeda. Yakni, 51 puisi berbahasa Indonesia, 25 puisi berbahasa Sunda, 3 puisi berbahasa Inggris, dan 20 puisi lainnya berbahasa Jerman. Menggebrak Pembina Ekstrakurikuler (Ekskul) Barisan Literasi OK (Balok) 9 Bandung, Yuma Yudhanaya mengatakan, peluncuran buku ini adalah program yang telah direncanakan jauh-jauh hari. Hari peluncurannya pun selaras dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang jatuh pada 8 September. "Keinginan kita dari tahun kemarin, kita ingin membuat program yang menggebrak. Setelah diskusi bersama tim, kami putuskan membuat sebuah buku yang nantinya diisi oleh siswa dan guru, ada kolaborasi," ungkapnya. Inisiatif tersebut pun didukung pihak sekolah. Yuma bersama tim langsung merencanakan proses pembuatan buku. Mulai dari pengumuman sayembara puisi hingga teknis pengumpulannya. Animo siswa dalam mengikuti sayembara puisi ini juga sangat tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah kiriman puisi yang melebihi jumlah yang ditentukan. "Alhamdulillah, karya yang masuk ada dua ratusan. Namun, edisi pertama ini kita membatasi hanya 99 puisi, sesuai tema yang ingin kita angkat," ujarnya. Berbagai Perspektif Sementara itu, Divisi Pemrograman Ekskul Balok 9, Mega Rahayu memaparkan, tema puisi untuk antologi ini, yaitu tentang sekolah. Namun, ia membebaskan siswa dan guru untuk menulis puisi dengan berbagai sudut pandang, sesuai keinginan masing-masing. "Ada yang berpuisi tentang pelajaran matematika, persahabatan, kelas, cinta hingga kantin. Semuanya bercerita tentang sekolah," tuturnya. Apa yang disampaikan guru bahasa Sunda tersebut benar adanya. Dalam buku setebal 100 halaman itu, bisa ditemukan isi kepala berbeda yang menjelaskan hal serupa, yakni sekolah. Selain Erlina, kita juga bisa mendapati perasaan Jandra Amelia, siswa kelas X IPS 4 yang mengutarakan rasa syukurnya karena memiliki sahabat baik, dalam puisi berjudul "Feels". Kita juga bisa menangkap ajakan Sheila Stefani Tri Agustin, siswa kelas XI IPS 3 untuk melestarikan budaya, dalam puisi "Budaya Sunda" dan memahami keresahan Mutiara Nus Annisa, siswa kelas X IPA 2 tentang teman curhatnya dalam "Cukup Bercerita". Dengan berbagai macam sudut pandang dari puisi-puisi tersebut, tampaknya memang tepat yang dikatakan Ajip Rosidi dalam petikan syairnya yang tertulis dalam sinopsis buku, "Dalam puisi, semuanya jelas dan pasti".***

KOMENTAR