Sepenggal Cerita 9 dimulai dari 1957

Perjalanan panjang SMAN 9 Bandung bermula pada tahun 1957, ketika riuh aktivitas belajar masih berlangsung di siang hari di Jalan Belitung Nomor 8 di bawah pimpinan M. Sibarani. Saat itu, nama SMA VI C baru saja ditanamkan. Gedung tua tersebut tak sekadar menyaksikan derap langkah para siswa awal, melainkan menjadi saksi perintisan sebuah lembaga pendidikan yang kelak menorehkan jejak panjang di Kota Bandung.
Dinamika politik pertengahan dekade 1960-an membawa pergeseran besar. Usai peristiwa G30S pada 1966, sekolah ini memboyong cita-cita siswanya pindah ke Jalan Pasirkaliki Nomor 51. Namun, pergantian kepala sekolah pada 1967 memicu perbedaan pandangan yang membelah para siswa menjadi dua kubu pendukung. Kebijakan tegas dari instansi pendidikan akhirnya memecah sekolah ini: kubu Jalan Belitung terus melangkah hingga berganti nama menjadi SMA 8/22 pada 1969, sebelum akhirnya mengukuhkan identitas resminya sebagai SMA Negeri IX Bandung pada 10 Oktober 1975.
Lembar sejarah paling bersejarah terukir pada 1984, ketika SMAN IX resmi memboyong seluruh napas perjalanannya ke rumah baru di Jalan Suparmin Nomor 1 A Bandung. Di kampus inilah fondasi sekolah kian kokoh. Kesenian tradisional Sunda dihidupkan, administrasi mulai tersentuh modernisasi komputer, Lapangan Gasasanga dibangun, hingga Masjid Al-Hidayah berdiri anggun sebagai pusat spiritualitas siswa.
Memasuki era milenium di bawah pimpinan Drs. Moch. Said Sediohadi, SMAN 9 Bandung melompat tinggi. Peringkat akademiknya melesat menembus posisi 6 besar se-Kota Bandung, diiringi penetapan sekolah satu shift pagi, penerapan sistem subsidi silang, dan peluncuran situs web resmi. Inovasi digital kian mekar pada era Dr. H. Warya Zakarilya melalui pembangunan GOR Lokasanga, ruang pecinta alam Shawaraga, hingga kepeloporan kelas digital dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Penguatan fasilitas terus berlanjut di era Drs. Agus Setia Mulyadi melalui e-Raport dan TV Streaming.
Setelah mengarungi estafet kepemimpinan yang berkesinambungan dan dinamika transisi pada 2025, kini di bawah nakhoda definitif Agus Hasan Sadzili, S.Pd. pada tahun 2026, SMAN 9 Bandung terus berdiri tegak. Dari kelas siang yang bersahaja di Jalan Belitung hingga menjadi kampus modern di Jalan Suparmin, jalinan sejarah ini menegaskan bahwa daya tahan dan semangat berinovasi adalah jiwa utama SMAN 9 Bandung.

Jejak Dualisme & Lahirnya Nama “SMA IX” (1957–1975)

  • 1957: Berdiri sebagai SMA VI C di Jalan Belitung No. 8 (masuk siang) di bawah kepemimpinan M. Sibarani.

  • 1966–1967: Pindah ke Jalan Pasirkaliki 51 (bekas gedung sekolah Tionghoa pasca-G30S). Pergantian kepala sekolah ke Drs. Ahmad Hamid memicu perpecahan dukungan siswa.

  • Solusi Dualisme: Departemen P&K membagi sekolah menjadi dua: SMA VI Jalan Pasirkaliki (M. Sibarani) dan SMA VI Jalan Belitung 8 (Drs. Ahmad Hamid, lalu Sulaeman Tjakrawiguna, S.H.).

  • 1969–1975: Sempat dinamai SMA 8/22 (8 menandakan Jalan Belitung, 22 nomor registrasi), sebelum resmi ditetapkan sebagai SMA Negeri IX Bandung pada 10 Oktober 1975.

Hijrah ke Suparmin & Era Melompatnya Prestasi (1984–2004)

  • 1984: SMAN IX resmi menempati rumah barunya di Jalan Suparmin No. 1 A Bandung.

  • Pondasi Kebudayaan & Digitalisasi: Mulai dari pengenalan seni Sunda, rintisan komputerisasi data, hingga pembangunan Lapangan Gasasanga dan Masjid Al-Hidayah.

  • Lompatan Peringkat (2000–2004): Di bawah kepemimpinan Drs. Moch. Said Sediohadi, peringkat akademik sekolah melesat dari posisi 10+ menjadi peringkat ke-6 SMA Negeri se-Kota Bandung (IPA & IPS), berdampingan dengan peluncuran situs web resmi dan sistem subsidi silang SPP.

Inovasi Digital & Infrastruktur Modern (2012–2020)

  • Fasilitas & Karakter: Pembangunan GOR Lokasanga, Taman Kreatif, ruang ekstrakurikuler Shawaraga (Pencinta Alam), serta pemasangan proyektor di setiap kelas.

  • Pelopor Pembelajaran Modern: Menjadi Sekolah Induk Klaster Kurikulum 2013, pelopor kelas digital (Edmodo/Quipper), UNBK, e-Raport, hingga peluncuran TV Streaming SMAN 9 Bandung untuk pembelajaran jarak jauh.

Estafet Kepemimpinan Masa Kini (2020–2026) Setelah era Drs. H. Suparman, M.M.Pd. (2020) dan Dr. H. Andang Segara, M.M.Pd. (2021), SMAN 9 Bandung melalui fase dinamis masa transisi Plt pada 2025 (Toto Suharya, Yudin Wahyudin, dan Hamdan Kurnia). Memasuki tahun 2026, estafet kepemimpinan secara definitif dipegang oleh Agus Hasan Sadzili, S.Pd. untuk membawa SMAN 9 Bandung terus berinovasi dan menjaga tradisi keunggulannya.

Humas Salapan Rancage
Edit terbaru : Agustus 2026
Mega Rahayu, M.Pd., Gr.