BANDUNG, SMAN 9 BDG – Dalam upaya memperkuat ekosistem sekolah yang adaptif dan berkarakter, SMA Negeri 9 Bandung sukses menyelenggarakan kegiatan In-House Training (IHT) Pendidikan Karakter Pancawaluya. Kegiatan yang ditujukan bagi seluruh tenaga pendidik ini berlangsung khidmat selama dua hari, terhitung sejak Selasa, 19 Mei hingga Rabu, 20 Mei 2026.

Bertempat di Ruang Guru SMAN 9 Bandung, kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala SMAN 9 Bandung, Bapak Agus Hasan Sadzili, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya komitmen para guru untuk terus merefleksikan diri dan meningkatkan kompetensi, sejalan dengan tuntutan zaman.

“Pendidikan bukan hanya tentang mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan fondasi karakter yang kokoh. Melalui IHT Pancawaluya ini, kita berharap para pendidik di SMAN 9 Bandung mampu menyelaraskan pembelajaran modern dengan nilai-nilai luhur budaya, etika, dan karakter. Ini adalah langkah konkret kita mewujudkan visi Sembilan Istimewa, Salapan Rancagé,” ujar beliau.

Menghadirkan Fasilitator Kompeten

Guna membedah secara tuntas implementasi Pendidikan Karakter Pancawaluya, SMAN 9 Bandung menghadirkan dua pakar dan fasilitator yang ahli di bidangnya, yaitu:

  1. Dr. H. R. Suyato Kusumargono, M.Pd.

  2. Dra. Eka Kurniatijatnika, M.M.

Selama dua hari berturut-turut, para peserta IHT disuguhkan materi yang komprehensif. Mulai dari pemahaman konseptual nilai-nilai Pancawaluya, strategi integrasi karakter ke dalam modul ajar, hingga simulasi praktik pembelajaran ramah anak di kelas. Acara yang didukung penuh oleh Penerbit Bumi Aksara ini berlangsung interaktif melalui sesi diskusi kelompok dan pemaparan hasil kerja mandiri oleh para guru.

Komitmen Bersama dan Gerakan Ramah Lingkungan

Ada yang menarik dalam pelaksanaan IHT kali ini. Tidak hanya berfokus pada materi di dalam kelas, pihak sekolah juga menerapkan implementasi karakter nyata melalui imbauan Eco-Friendly. Seluruh peserta diwajibkan membawa laptop masing-masing, hadir tepat waktu, serta membawa botol minum (tumbler) dan alat makan sendiri dari rumah guna meminimalisasi penggunaan sampah plastik sekali pakai selama acara.

Hingga hari kedua penutupan, antusiasme para guru tidak surut. Agenda hari terakhir ditutup dengan penyusunan rencana aksi nyata (action plan) yang akan langsung diterapkan pada tahun ajaran berjalan.

Dengan suksesnya penyelenggaraan IHT Pendidikan Karakter Pancawaluya ini, SMAN 9 Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga konsisten menjadi pelopor lahirnya generasi muda Jawa Barat yang cerdas, binangkit, dan berakhlak mulia. (Humas SMAN 9 Bandung)