BANDUNG, INFO SALAPAN – SMAN 9 Bandung kembali menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan berkualitas yang dipercaya di tingkat internasional. Kali ini, sekolah terpilih menjadi lokasi penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Yuta, seorang mahasiswa program Doktoral (S3) dari Jepang.

Penelitian ini berfokus pada pengukuran dan analisis kemampuan berpikir kritis (critical thinking) siswa di tingkat menengah atas. Kehadiran peneliti internasional ini disambut hangat oleh jajaran manajemen sekolah, para guru, serta puluhan siswa yang berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan riset.

Dorong Siswa Berpikir Analitis dan Solutif

Dalam pelaksanaannya, riset ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan data kuantitatif, tetapi juga melibatkan interaksi langsung melalui sesi diskusi interaktif dan pengisian instrumen penelitian.

Melalui kegiatan ini, para siswa SMAN 9 Bandung diajak untuk:

  • Mengeksplorasi cara berpikir analitis dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran.

  • Mengembangkan pola pikir solutif terhadap permasalahan kompleks.

  • Membuka wawasan secara terbuka terhadap isu-isu terkini, baik lokal maupun global.

“Siswa sangat antusias mengikuti sesi diskusi. Kegiatan ini memberi mereka ruang untuk menguji sejauh mana keterampilan berpikir kritis yang telah mereka pelajari di sekolah dapat diterapkan dalam skala riset internasional,” ungkap salah satu perwakilan pendamping kegiatan.

Komitmen Salapan Rancagé Menuju Pentas Dunia

Kerja sama riset lintas negara ini menjadi bukti nyata komitmen SMAN 9 Bandung dalam mewujudkan visi “Sembilan Istimewa, Salapan Rancagé”. Selain memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi siswa, hasil riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran berbasis berpikir kritis di masa depan.

Melalui kolaborasi ini, SMAN 9 Bandung terus membuktikan diri sebagai sekolah yang ramah riset, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap mencetak generasi muda yang berdaya saing global.